Rabu, Februari 8, 2023

Gubernur: Agenda KUPI Selaras Dengan Program Pemprov Jawa Tengah

Opini

(DITUTUP) PENDAFTARAN KEPESERTAAN KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA (KUPI) KE-2

PENDAFTARAN TELAH DITUTUP PADA 15 OKTOBER 2022 pukul 23.59 WIB Untuk informasi pengumuman akan diumumkan. Terimakasih Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI-2) terdiri dari dua kegiatan utama:...

Ketentuan Peserta Kongres KUPI 2

Ketentuan Peserta untuk mendaftar: Bersepakat dengan Visi dan Misi KUPI. Lihat Visi dan Misi KUPI disini Memiliki hidmah keulamaan, kemanusiaan, kebangsaan dan atau keumatan...

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengemukakan bahwa agenda Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II selaras dengan program-program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“Mereka punya agenda yang sama. Perempuan tidak boleh ditinggal, no one left behind, konsep yang seperti SDG’s itu, dan mereka terlibat dengan agenda-agenda kesehatan reproduksi, keluarga berencana, gizi, pendidikan, kesehatan ibu-anak, klop sebenarnya,” katanya di Semarang, Rabu.

Ia mengatakan bahwa tujuan KUPI II selaras dengan tujuan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah seperti Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng), Jo Kawin Bocah, hingga pencegahan stunting.

Ganjar berharap KUPI II yang berlangsung di Kota Semarang dan Kabupaten Jepara melahirkan resolusi yang bermakna dari para perempuan ulama.

KUPI II yang berlangsung di Kota Semarang dan Kabupaten Jepara dari 23 sampai 26 November 2022 diikuti oleh perwakilan dari 20 negara. Peserta kongres itu seluruhnya 1.600 orang.

Menurut Direktur Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia sekaligus anggota OC KUPI II Ruby Kholifah, peserta KUPI II antara lain berasal dari Kanada, Mesir, Finlandia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Hungaria, India, Kenya, Malaysia, Maroko, Pakistan, Filipina, Suriah, Sri Lanka, Thailand, Belanda, Tunisia, Turki, dan Amerika Serikat.

KUPI II yang mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Peradaban yang Berkeadilan” antara lain akan membahas peneguhan peran perempuan dalam membangun kebijakan yang ramah dan melindungi perempuan serta analisis mengenai pandangan keagamaan.

Sumber: nusantaratv.com

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terbaru

ArabicEnglishIndonesian