Minggu, Mei 28, 2023

Hadiri KUPI II di Jepara, Lestari Moerdijat Harapkan Semakin Banyak Perempuan di Parlemen

Opini

(DITUTUP) PENDAFTARAN KEPESERTAAN KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA (KUPI) KE-2

PENDAFTARAN TELAH DITUTUP PADA 15 OKTOBER 2022 pukul 23.59 WIB Untuk informasi pengumuman akan diumumkan. Terimakasih Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI-2) terdiri dari dua kegiatan utama:...

Ketentuan Peserta Kongres KUPI 2

Ketentuan Peserta untuk mendaftar: Bersepakat dengan Visi dan Misi KUPI. Lihat Visi dan Misi KUPI disini Memiliki hidmah keulamaan, kemanusiaan, kebangsaan dan atau keumatan...

Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menghadiri Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Pondok Pesantren Hasyim Asyari di Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Kamis (24/11/2022).

Dalam kesempatan itu, politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu menyampaikan  peran perempuan dalam beragam hal.

Dia menyebut hingga saat ini  keterlibatan perempuan di bidang politik masih dinilai kurang. Hal itu bisa dilihat dari keterwakilan 30 perempuan di parlemen.

Kaum perempuan masih minim mengambil peran sentral di parlemen.

Bahkan di struktur pimpinan MPR, dia menjadi satu-satunya perempuan.

Menurutnya, keterlibatan perempuan di parlemen bisa melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada perempuan.

Kaum perempuan bisa memberikan masukan dan merumuskan kebijakan dari perspektif perempuan.

Dia mengungkapkan KUPI II ini bisa menjadi wadah untuk melahirkan perempuan-perempuan hebat.

Pasalnya, di dalamnya terdapat bu nyai atau ulama perempuan yang memiliki bekal keilmuan yang sangat mumpuni.

Hal itu bisa menyumbang pemikiran-pemikiran terbaik untuk masyarakat.

“KUPI dapat menghadirkan penanganan dan sikap keagamaan sesuai dengan prinsip dan nilai Islam,” kata perempuan yang akrab disapa Rerie itu.

Rerie mengingatkan memasuki 2023, perempuan bisa mengambil peran untuk menjaga keluarga dan mendidik anak dengan baik.

Karena diperkirakan pada tahun depan resesi global akan melanda Indonesia.

Di sampingi itu anasir-anasir gerakan ekstrem Kanan dan Kiri bermunculan.

Peran ibu-ibu bisa membendung anasir-anasir ektrem itu masuk ke Indonesia.

Menurutnya, KUPI secara kultural memiliki kekuatan yang bisa digunakan untuk mengambil peran dari tempatnya masing-masing. Terutama peran yang dimiliki bu nyai.

Sumber: muria.tribunnews.com

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terbaru

ArabicEnglishIndonesian