Kamis, Februari 9, 2023

KUPI II akan Dihadiri 350 Peserta dari Mancanegara

Opini

(DITUTUP) PENDAFTARAN KEPESERTAAN KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA (KUPI) KE-2

PENDAFTARAN TELAH DITUTUP PADA 15 OKTOBER 2022 pukul 23.59 WIB Untuk informasi pengumuman akan diumumkan. Terimakasih Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI-2) terdiri dari dua kegiatan utama:...

Ketentuan Peserta Kongres KUPI 2

Ketentuan Peserta untuk mendaftar: Bersepakat dengan Visi dan Misi KUPI. Lihat Visi dan Misi KUPI disini Memiliki hidmah keulamaan, kemanusiaan, kebangsaan dan atau keumatan...

Sejumlah ulama perempuan dari 29 negera akan bertemu dalam Konferensi Internasional yang menjadi bagian dari Kongres Perempuan Indonesia (KUPI) 2022. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, thailand, Singapore, Nigeria, Turkey, India, Africa Selatan, Canada, USA, UK, Finlandia, Lybia, Iraq, Burudi dan Kenya. Para ulama internasional bersama dengan ulama perempuan tersebut akan memetakan perjuangan yang dialami para ulama di negaranya masing-masing. Hal tersebut diungkap oleh Ruby Kholifah, salah satu pelaksana OC KUPI II.

”Selain itu, para ulama perempuan dari internasional ini akan mencontoh gerakan KUPI. Mulai dari metodologi hingga gerakan KUPI yang telah dilakukan,” ungkapnya dalam agenda briefing media yang diadakan di co-working space kekini, Jakarta Pusa, Kamis (10 November 2022).

Gerakan yang telah dilakukan oleh KUPI sejak 2017, telah menginspirasi sejumlah ulama perempuan di berbagai negara. konferensi internasional ini adalah pertukaran pembelajaran di antara ulama perempuan di seluruh dunia untuk memperbarui perkembangan positif dan tantangan baru yang dihadapi oleh gerakan perempuan muslim di berbagai benua. Pertemuan ini penting untuk melihat perjuangan dan pengalaman mengadvokasi hak-hak perempuan dari perspektif Islam di berbagai negara lain, seperti tantangan ekstremisme, fundamentalisme, perdamaian, dan keberagaman.

Dalam agenda konferensi internasional, akan hadir Hamsatu Allamin, perwakilan dari Nigeria yang akan bicara tentang pendampingan kepada korban Boko Haram.perwakilan Nigeria tersebut akan menceritakan hal-hal yang sudah dilakukan. Diungkap olehnya, Nigeria memiliki tantangan pandangan ulama (keagamaan) yang tidak peka gender. Sejumlah pandangan keulamaan mempersulit ruang gerak perempuan untuk membangun perdamaian.  Sehingga, dalam KUPI II ini, para ulama perempuan dari internasional akan belajar sejumlah narasi keagamaan yang digunakan oleh KUPI agar bisa diaplikasikan di Nigeria.

”KUPI II ini menjadi momentum agar sejumlag tokoh agama mendengarkan pengalaman perempuan. Perempuan menjadi subjek dalam tafsir agama,” terangnya.

Selain itu, dalam agenda KUPI II, ulama perempuan dari internasional akan ikut memberikan masukan dan refleksi pandangan agama yang dialami. Sehingga, dalam forum ini para ulama perempuan ini saling belajar satu dengan lainnya. Gerakan kolektif yang dibangun oleh KUPI bisa hadir di Indonesia karena Indonesia merupakan negara yang demokrasi.

Munculnya gerakan KUPI,  Indonesia dipandang lebih maju dalam hal memproduksi tafsir ramah perempuan dan mempopulerkan pandangan keagamaan adil gender di akar rumput. Perhelatan akbar yang mempertemukan para ulama di dunia, merupakan salah satu misi KUPI “beyond nasional”. Tidak saja membuka dialog dengan ulama-ulama di berbagai negara, memperkenalkan metodologi KUPI. Membagikan referensi-referensi keislaman yang mendukung keadilan gender,  dan memperkuat jejaring antar ulama berpandangan terbuka.

Dalam agenda internasional, akan membahas sejumlah refleksi, analisis dan tantangan baru di berbagai negara tentang pandangan keagamaan. Serta akan merumuskan hal-hal penting yang akan ditindaklanjuti yang akan dilakukan oleh KUPI. Dalam agenda KUPI ini, akan belajar tentang Indonesia dan islam yang tidak bisa dipisahkan.  ”Konferensi International yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 2. Pada konferensi internasional kali ini akan membahas sejumlah topik penting yang menjadi pembicaraan hangat di dunia Islam,”

Topik yang akan diambil dalam konferensi Internasional mulai dari kerangka Berpikir Keulamaan Perempuan, Masa Depan Umat Islam, hingga gerakan Muslimah di Seluruh Dunia. Adapun parallel session akan membahas reformasi hukum keluarga di dunia muslim, Perempuan, Perdamaian dan Keamanan di Dunia MuslimMembela Hak Perempuan di Bawah Demokrasi, Keterlibatan Pria dalam Komunitas Iman. Terakhir akan membahas, Peran Perempuan dalam Ragam Tradisi Keimanan.

Di tempat yang sama, Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufik menerangkan Rektor UIN  Walisongo, Imam Walisongo mengungkapkan KUPI telah memberikan kontribusi yang cukup besar, tidak hanya sekedar kegiatan. mempromosikan dengan mengembangkan akademik dan keilmuan KUPI adalah ranah perguruan tinggi. Humanisasi ilmu keislaman saat ini menjadi misi dari UIN.

UIN memandang jika gerakan KUPI memiliki misi dan visi dari KUPI. Sehingga, UIN Walisongo Semarang mengambil kesempatan ini untuk memperluas jaringan dan memperkuat kontribusi dalam penyebaran misi dan visi KUPI yang lebih luas lagi di perguruan tinggi. ”Untuk penyelenggaraan KUPI 2, UIN telah menyiapkannya konferensi internasional dengan maksimal. Akan ada planetarium di UIN yang bisa dikunjungi  oleh peserta KUPI 2. Serta UIN telah menyiapkan KUPI Corner sebagai ruang bacaan gerakan KUPI di Indonesia,” pungkasnya.

Dari Informasi yang dihimpun, pandangan keagamaan KUPI tentang pencengahan perkawinan usia anak telah dipakai sebagai rujukan untuk meningkatkan usia menikah dari 16 tahun menjadi 19 tahun yang diformalkan dalam UU No. 16 tahun 2019 Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Sementara fatwa tentang penghapusan kekerasan seksual, berhasil menyakinkan parlemen dalam aspek pandangan keislaman, khususnya partai politik Islam untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Perhelatan KUPI 2 diselenggarakan sejak 23-26 November 2022 di Semarang dan Jepara. Agenda KUPI 2 ini dimulai dengan konferensi internasional di UIN Walisongo Semarang, 23 November 2022. Dengan peserta konferensi internasional mencapai 350 orang yang berasal dari 26 negara. Sedangkan untuk pembicara terdapat 32 orang pembicara dari 18 negara.

Sedangkan Perhelatan Kongres ke-2, yang akan diikuti sedikitnya 1.200 peserta dan pengamat dari seluruh jaringan KUPI se-Indonesia, dan negara-negara sahabat, pada tanggal 24-26 November 2022. Kegiatan ini bertempat di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara Jawa Tengah.

KUPI II diselenggarakan oleh

  1. AMAN Indonesia
  2. ALIMAT
  3. Rahima
  4. Fahmina
  5. Gusdurian
  6. UIN Walisongo Semarang
  7. Pesantren Hasyim Asyari Jepara

Kontak person

Nita Nurdiani : 082130991281 (staf Media AMAN Indonesia/Media KUPI II)

Sarjoko            : 082224141102 (Koordinator Media KUPI II)

Sumber: arrahim.id

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terbaru

ArabicEnglishIndonesian