Rabu, Februari 8, 2023

Capaian dan Refleksi Menuju Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II

Opini

(DITUTUP) PENDAFTARAN KEPESERTAAN KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA (KUPI) KE-2

PENDAFTARAN TELAH DITUTUP PADA 15 OKTOBER 2022 pukul 23.59 WIB Untuk informasi pengumuman akan diumumkan. Terimakasih Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI-2) terdiri dari dua kegiatan utama:...

Ketentuan Peserta Kongres KUPI 2

Ketentuan Peserta untuk mendaftar: Bersepakat dengan Visi dan Misi KUPI. Lihat Visi dan Misi KUPI disini Memiliki hidmah keulamaan, kemanusiaan, kebangsaan dan atau keumatan...

Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) adalah muara dari berbagai inisiatif dan gerakan keadilan gender di Indonesia yang sudah berlangsung sejak lama dalam perspektif Islam. Faqihuddin Abdul Kodir, Sekertaris SC KUPI-2 menyampaikan capaian dan Prospek dari KUPI. Salah satu prospek terpenting adalah hadirnya Ulama Perempuan Jaringan KUPI.

Kehadiran dan keterlibatan ulama perempuan dalam institusi keagamaan seperti Majelis Masyakhikh, PBNU, MUI, Dewan Masjid Indonesia, serta kepemimpinan perempuan dalam Perguruan Tinggi Islam adalah hal yang sangat diperlukan.

“Pertemuan KUPI adalah ruang strategis perjumpaan ulama perempuan, untuk mengonsolidasikan diri, dan juga secara eksternal untuk merespon persoalan kekinian,” ungkap Faqih, di Ballroom Yuan Garden Hotel dalam Halaqah Nasional Pra-KUPI II, Rabu (19/10/2022).

KUPI juga melahirkan media untuk ulama muslim berkarya melalui Kupipedia.id yang menjadi ensiklopedia digital untuk memuat dokumen, informasi dan pengetahuan tentang KUPI. Sebagai gerakan kultural dan intelektual, KUPI juga ber`hasil melahirkan Edukasi Publik kepada pesantren Jaringan KUPI dan Perguruan Tinggi melalui PSGA.

Melalui KUPI I, lima tuntutan yang jadi pokok adalah beyond kelompok Marjinal, beyond Nasional-Global, beyond Elit Akar-Rumput, dan Beyond Pesantren-Komunitas Arus Utama. Hasilnya KUPI I melahirkan lima gerakan:

1. KUPI Mengakar dan melebar- Akar rumput , mubalighah, kaum muda, dan dunia muslim mancanegara.
2. KUPI memulihkan alam
3. KUPI membangun secara kolaboratif ekonomi solidaritas, sistem penanganan kekerasan seksual, metodologi gerakan (identitas sistem penyebarluasan gagasan, sistem, kaderisasi)
4. KUPI melawan melalui ruang kultural dan struktural berhadapan dengan gerakan-gerakan kontra).
5. KUPI menyuarakan Advokasi, kebijakan negara, dan strategi komunikasi media.

Faqihuddin kemudian menuturkan, ranah juang yang akan diperjuangkan oleh melalui KUPI 2 adalah keluarga, komunitas, negara, gerakan dan alam.

“Tema dan cakupan isi untuk KUPI 2 adalah menegnai paradigma dan teologi, keluarga, kepemimpinan oleh perempuan, gerakan keulamaan perempuan, keterwakilan perempuan dalam merawat NKRI dan mencegah radikalisme serta pengelolaan sampah,” terang Faqihuddin.

Menutup pemaparannya, Faqihuddin berharap, KUPI 2 dapat diikuti oleh partipasi perempuan sebanyak mungkin demi meneguhkan peran ulama perempuan untuk peradaban yang berkeadilan.

Sumber: kabardamai.id

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terbaru

ArabicEnglishIndonesian