Kamis, Februari 9, 2023

Lestarie Dorong KUPI II Tingkatkan Partisipasi Perempuan di Ruang Publik

Opini

(DITUTUP) PENDAFTARAN KEPESERTAAN KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA (KUPI) KE-2

PENDAFTARAN TELAH DITUTUP PADA 15 OKTOBER 2022 pukul 23.59 WIB Untuk informasi pengumuman akan diumumkan. Terimakasih Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI-2) terdiri dari dua kegiatan utama:...

Ketentuan Peserta Kongres KUPI 2

Ketentuan Peserta untuk mendaftar: Bersepakat dengan Visi dan Misi KUPI. Lihat Visi dan Misi KUPI disini Memiliki hidmah keulamaan, kemanusiaan, kebangsaan dan atau keumatan...

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II menguatkan peningkatan partisipasi perempuan di ruang publik. Karena perempuan memiliki peran besar dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan bersatu.

“Perempuan di dalam keluarga jelas memiliki peran sentral, tetapi mengapa kekuatan alami itu belum berhasil dibawa ke sektor formal. Kita perlu mendorong perempuan masuk dalam sistem dalam proses pembangunan bangsa,” kata Lestari saat membuka acara Temu Tokoh Nasional MPR RI bertema Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Memperkuat Kebangsaan di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari, Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis, 24 November 2022.

Acara temu tokoh yang berlangsung di sela penyelenggaraan KUPI II ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Lubis, Lc, M.A. (Rektor UIN Jakarta), Dr (H.C) KH. Lukman Hakim Saifuddin, (Menteri Agama 2014-2019), KH. Nuruddin Amin (Wakil Ketua DPRD Kab. Jepara) dan Dr. Suyoto, M.Si, (Bupati Bojonegoro 2008-2018).

Saat ini, ujar Lestari, banyak permasalahan bangsa yang harus dihadapi. Melalui pelaksanaan KUPI II, para perempuan diharapkan ikut aktif mempengaruhi kebijakan dalam upaya menjawab berbagai tantangan bangsa.

Menurut Rerie—sapaan akrab Lestari, KUPI adalah salah satu kekuatan yang luar biasa. Apa pun partai dan golongannya, para perempuan harus mendapat kesempatan seluas-luasnya.

Pada kesempatan itu, Rerie juga mengingatkan para hadirin tentang pentingnya empat pilar kebangsaan seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam keseharian. Keempat konsensus kebangsaan itu, harus menjadi nafas setiap anak bangsa, termasuk para anggota KUPI, dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rerie berharap para anggota KUPI dapat berperan dalam mengisi pembangunan dan mampu menjadi agen pemersatu bangsa. Apalagi, ujarnya, tantangan global seperti resesi ekonomi dan pemikiran-pemikiran besar yang mendorong gerakan ekstrim kiri mau pun kanan berpotensi mengancam bangsa.

“Kita harus bersatu untuk menangkal para anasir yang membawa berbagai ancaman tersebut ke tanah air. Saya yakin para anggota KUPI mampu mendidik anak bangsa untuk mewujudkan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan bersatu,” kata dia.

Sumber: Tempo.co

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terbaru

ArabicEnglishIndonesian