Kamis, Februari 9, 2023

Pera Sopariyanti: KUPI II Dorong agar RUU PPRT untuk Segera Disahkan

Opini

(DITUTUP) PENDAFTARAN KEPESERTAAN KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA (KUPI) KE-2

PENDAFTARAN TELAH DITUTUP PADA 15 OKTOBER 2022 pukul 23.59 WIB Untuk informasi pengumuman akan diumumkan. Terimakasih Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI-2) terdiri dari dua kegiatan utama:...

Ketentuan Peserta Kongres KUPI 2

Ketentuan Peserta untuk mendaftar: Bersepakat dengan Visi dan Misi KUPI. Lihat Visi dan Misi KUPI disini Memiliki hidmah keulamaan, kemanusiaan, kebangsaan dan atau keumatan...

Direktur Rahima, Pera Sopariyanti menyampaikan bahwa permasalahan soal pekerja rumah tangga hingga saat ini, masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan.

Pera Sopariyanti juga menyebutkan bahwa para pekerja rumah tangga, kerapkali direndahkan dan mendapatkan berbagai kekerasan dan pelecehan.

Oleh sebeb itu, dalam persoalan pekerja rumah tangga, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II ikut mendorong agar Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) untuk segera disahkan.

“Ulama KUPI ikut mendorong agar RUU PPRT agar segera sah menjadi UU, karena mereka pekerja, mereka mempunyai hak-hak untuk mendapatkan upah yang layak, mendapatkan perlindungan dan terhindar dari segala bentuk kekerasan,” kata Pera Sopariyanti, saat konferensi pers di PP Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara, Kamis, 24 November 2022.

Lebih lanjut, anggota SC KUPI II itu mengingatkan bahwa meskipun ada relasi kuasa dalam pekerja rumah tangga, namun dalam Islam, sangat melarang untuk merendahkan dan melakukan kekerasan kepada para pekerja rumah tangga.

“Islam melarang siapa pun manusia agar tidak merendahkan dan melakukan kekerasan, meskipun dalam relasi kuasa,” jelasnya.

Pera juga menegaskan bahwa para pekerja rumah tangga untuk selalu mendapatkan perlindungan. Karena kita tahu bahwa mereka sangat rentan untuk mendapatkan kekerasan.

“Bahwa perlindungan pekerja rumah tangga adalah hal yang urgent karena mereka rentan sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, Pera juga mengungkapkan bahwa misi KUPI II adalah tentang keislaman, keadilan, kemanusiaan, kebangsaan, dan kesemestaan.

“Karena kami melihat persoalan pekerja rumah tangga menjadi bagian dari misi KUPI. Maka PRT itu adalah manusia, dia sebagai warga negara, dia mempunyai hak yang sama,” jelasnya

Selain itu, Pera juga menyebutkan, dalam rancangan undang-undang tersebut mengatur soal upah hingga relasi bekerja antarkedua belah pihak.

“RUU PPRT mengatur soal pembagian upah, bagaimana relasi bekerja saya kira menguntungkan kedua belah pihak,” tandasnya.

Sumber: Mubadalah.id

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terbaru

ArabicEnglishIndonesian