Rabu, Februari 8, 2023

Ulama Perempuan Ikut Terlibat dalam Berikan Advokasi Perlindungan Bagi Para Perempuan

Opini

(DITUTUP) PENDAFTARAN KEPESERTAAN KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA (KUPI) KE-2

PENDAFTARAN TELAH DITUTUP PADA 15 OKTOBER 2022 pukul 23.59 WIB Untuk informasi pengumuman akan diumumkan. Terimakasih Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI-2) terdiri dari dua kegiatan utama:...

Ketentuan Peserta Kongres KUPI 2

Ketentuan Peserta untuk mendaftar: Bersepakat dengan Visi dan Misi KUPI. Lihat Visi dan Misi KUPI disini Memiliki hidmah keulamaan, kemanusiaan, kebangsaan dan atau keumatan...

Dalam memberikan advokasi, para ulama perempuan telah berhasil dalam memberikan perlindungan bagi para perempuan.

Salah satunya seperti kita ketahui bersama para ulama perempuan telah banyak memberikan kontribusi sampai disahkannya Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Di dalam UU TPKS, mengandung sejumlah pandangan-pandangan para ulama perempuan. Pandangan ini, merupakan kesepakatan bahwa Islam sangat melindungi perempuan dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

“Saya rasa teman-teman media sudah aware, misalnya keberhasilan advokasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) itu tentu saja kontribusi para ulama untuk membuka diskusi dalam pandangan-pandangan keislaman mendukung UU TPKS itu sendiri,” kata Direktur AMAN Indonesia, Ruby Kholifah, pada Press Conference, di Kampus 3 UIN Walisongo, pada Senin, 21 November 2022.

Kontribusi seperti ini, lanjut kata Ruby Kholifah, ingin juga diadopsi juga oleh dunia internasional.

Pasalnya, kontribusi ini memiliki peran penting dalam melindungi jiwa perempuan.

“Dunia internasional juga ingin merekognisi peran ulama perempuan itu penting dalam konteks membangun kebijakan yang ramah, kebijakan yang bisa melindungi jiwa perempuan,” paparnya.

Maka dari itu, KUPI II akan menggelar International Conference (IC). IC ini kata Ruby untuk mengkonsolidasikan para perempuan di 37 negara untuk ikut belajar kepada KUPI.

International Conference ini seperti konsolidasi juga kecil-kecilan sejumlah ulama perempuan dari 37 negara. Mereka ingin belajar dan berbagi pengalaman untuk sebuah pendekatan bagaimana gerakan keulamaan KUPI ini bisa tumbuh di sejumlah negara,” ungkapnya.

“International Conference bisa berkontribusi positif untuk memberikan perlindungan hak asasi perempuan. Dalam konteks ini tentu tidak hanya perempuan muslim tetapi seluruh perempuan lintas iman,” tandasnya.

Sumber: Mubadalah.id

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Terbaru

ArabicEnglishIndonesian